Domino99
Bandar Sakong
Bandarkiu
Bandar Bola
Capsa Online
Baccarat
SBOBET
BandarKiu
DominoQQ

Cerita Bokep Indahnya Perselingkuhanku dengan Ayah Tiriku

Cerita Bokep Indahnya Perselingkuhanku dengan Ayah Tiriku

Cerita Bokep Indahnya Perselingkuhanku dengan Ayah Tiriku – Salam pramuka, Salampramuka, Cerita Bokep, Cerita Sex, Cerita Hot, Cerita Dewasa, Cerita Ngewe, Majalah Sex, Majalah Bokep, Majalah Hot, Majalah Dewasa, Cerita Bokep Abg, Cerita Hot Abg, Cerita Sex Abg, Cerita Daun Muda, Cerita Seks, Majalah Seks, Kisah Dewasa, Kisah Dewasa Hot, Abg Pramuka, Seks Pramuka, Sex Pramuka, Bokep Pramuka, Kisah Pramuka, Pramuka Mesum, Pramuka Hot, Abg Mesum, Kimcil Pramuka, Seks Sedarah, Sex Sedarah, Ngentot Abg, Ngentot Seks, Ngentot Sex, Ngentot Tante, Ngentot Sedarah, Birahi Tinggi, Seks Birahi, Sex Birahi, Tante Sange, Tante Hot, Bokep Tante, Abg Sange, Mahasiswi Mesum, Seks Mahasiswi, Sex Mahasiswi, Mahasiswi Sange, Foto Abg Sange, Foto Cewe Abg, Foto Ngentot, Foto Cewe Seksi

Cerita ini berawal ketika aku dan ibuku telah ditinggal oleh ayah kandungku dan sedang mencari ayah tiri, dari sinilah cerita ini bermula.. pasti penasaran kan ? yuk mari kita simak cerita bokep abg kali ini..

Sengaja aku ceritakan kisah nyata kehidupanku untuk berbagi pengalaman kepada para teman-teman agar dapat dijadikan gambaran betapa kejam kehidupan ini namun bila kita dapat dgn teliti menjalaninya, kehidupan yg kejam akan dapat menjadi indah dan berguna. Semuanya berawal dari kehancuran rumah tangga kami setelah sekian lama ibu ku berpisah dgn ayahku, roda ekonomi keluarga kami tidak terlalu terguncang, karena Ibu pandai mencari uang. Ibu sudah menopang ekonomi keluarga dgn berbagai upaya meski harus menjalani kehidupan yg hina sebagai wanita penghibur. Oleh karena itu, sepeninggal Ayah kami tidak mengalami kesulitan perekonomian dalam mengurusku dan kedua adik laki-lakiku.
Ketika usia 14 tahun aku memilih untuk tinggal bersama ibuku yg pada saat itu ibu sudah hidup bersama dgn Pak Juna, sosok pak Juna memang bukan merupakan sosok yg asing bagi kami karena kebenaran pak Juna adalah tetangga sekampung kami, dan wajar menurutku kalau ibu membutuhkan laki-laki dalam hidupnya Pertama, karena usia Ibu masih tergolong muda, 38 tahun . untuk mengarungi hidup ini sendirian. Kedua, karena kami tahu bahwa Pak Juna berstatus duda tanpa anak. Pak Juna adalah pria yg matang, penyayang,dan bertanggung jawab. Aku dan kedua adikku sudah cukup mengenal kepribadiannya. Akhirnya Ibu Menikah dgn Pak Juna.

Masuknya Pak Juna sebagai anggota baru keluarga kami memang membawa warna-warna lain dalam kehidupan keluarga kami. Aku pribadi sangat senang dgn adanya figur seorang ayah pengganti. Terus terang, sebagai anak perempuan satu-satunya aku haus akan perhatian dan kasih sayang seorang ayah. Apalagi di usia remaja aku ingin ada yg menuntunku dalam urusan cinta dan berhubungan dgn pria. Aku harap bisa menimba pengalaman dari ayah tiriku ini.
Kedekatanku dgn ayah tiriku membuat Ibu bangga. Beliau senang melihat kami semua akrab dgn suami barunya. Bahkan, boleh dikatakan aku bersikap agak manja kepadanya. Setelah berselang beberapa tahun dan saat itu aku sudah berusia 15 tahun dan aku sudah duduk di bangku SMU . Setiap pulang sekolah aku pasti segera mencari ayah tiriku untuk menceritakan pengalamanku di sekolah. Beliau akan dgn sabar mendengar ceritaku, kemudian dgn bijak menasihatiku bila ada hal-hal yg dianggapnya tidak ’sesuai’.
Kadang-kadang atas ijin Ibu, aku mengajak ayah tiriku berjalan-jalan ke mall untuk mengisi waktu kosong, setelah berjalan-jalan kami mampir untuk nongkrong di salah satu tempat sambil ayah memberikan nasihat-nasihatnya dan akupun memanfaatkan untuk bercuhat tentang seputar pergaulan masa remajaku, karena terkadang aku enggan bercurhat di rumah takut kalo kedengaran ibuku.
Tanpa kusadari aku semakin dekat dan semakin akrab kepada ayah tiriku, aku sudah semakin cuek aja dan tidak malu lagi semisalnya keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk mandi sebagai penutup bagian-bagian tubuhku yg vital dihadapan ayahku. Dan kadangkala ayahku pula yg menggendongku ke tempat tidurku apabila aku kedapatan ketiduran di ruang tamu karena ketiduran akibat mataku yg kelelahan karena membaca buku ataupun menonton telivisi.

Cerita Bokep Indahnya Perselingkuhanku dengan Ayah Tiriku

Cerita Bokep Indahnya Perselingkuhanku dengan Ayah Tiriku

Lama-kelamaan aku semakin mengagumi sifat-sifat kedewasaan yg dimiliki oleh ayah tiriku, dan ada rasa perasaan khusus tertentu yg tidak bisa kuterjemahkan, entahlah apakah itu adalah perasaan cinta? Mungkin itulah alasannya aku selalu menampik setiap pernyataan cinta yg dilontarkan oleh teman-teman priaku. Terus terang aku tidak tertarik dgn teman-teman pria sebayaku yg cenderung manja dan kekanak-kanakan. Sebaliknya aku mengagumi pria-pria yg dewasa dan matang. Rasanya aku betah berada disisi mereka untuk mendengar cerita ataupun nasehat-nasehatnya, dan itu semuanya kudapatkan penuh dari ayah tiriku ini.
Rupanya gejala ini juga dirasakan dan ditangkap oleh ayah tiriku. Sebelumnya aku memang terbiasa jika hendak pergi sekolah berpamitan dan mencium pipi ibu dan ayah tiriku, Sekarang bila ibu tidak ada, Ayah akan membalas mencium pipiku. Semula aku merasa kaget dan ada sedikit perasaan malu, bukan kenapa-kenapa ini adalah ciuman pertama dari seorang laki-laki kepadaku dan sekaligus adalah ayahku. Bahkan pernah suatu waktu aku terperangah ketika ayah tidak hanya membalas mencium pipiku, melainkan juga bibirku. Melihat wajahku memerah, karena aku belum pernah pacaran, Ayah hanya tersenyum simpul. Kalau sebelumnya aku enggan untuk dekat sama ayah tiriku saat aku tiduran atau saat aku tidur sambil nonton tv, lama kelamaan aku terbiasa dan seringkali aku bermanja-manja minta didekap oleh ayah, terasa sangat nyaman berada dalam dekapan ayah tiriku, hingga suatu ketika aku terkejut tatkala ayah tiriku menciumi bibir merahku dgn begitu lembut dan bukan karena aku tidak terima, malah aku merasa ada sesuatu perasaan hangat dan besiran dalam detak jantungku yg tak karuan. Cerita Bokep

Kejadian seperti itu terus berulang ketika ada kesempatan bagi kami Dan aku pun mulai terbiasa dgn gaya baru dari ayah tiriku. Semakin lama kami berani melakukannya lebih lama, kami pernah melakukannya selama beberapa menit dgn panasnya. Kalau tidak mengingat Ibu yg ada di rumah yg sewaktu-waktu bisa memergoki mungkin ayahku tidak akan melepaskanku dari pagutannya. Semakin waktu berjalan akibat dari rasa penasaran dan akupun tambah menginginkan sesuatu yg lebih dari ayah tiriku, aku menginginkan perasaan bahagia itu tidak hanya sesaat ku dapat dan akhirnya ntah darimana aku mendapat akal bulus untuk menyarankan kepada ibu agar dia mengunjungi saudaranya di Bogor. Beberapa waktu berselang, suatu saat tatkala ibu tidak dirumah . Kebetulan kedua adikku sedang tidak tinggal bersama kami karena pergi berkunjung ketempat tinggal ayah yg satu kota dgn kami namun lumayan jauh jaraknya. Alhasil hanya aku dan Ayah tiriku yg ada di rumah sekarang ini. Menyadari tidak ada orang lain, sebenarnya hatiku berdegup kencang menyadari saat-saat yg tidak terduga tinggal berdua saja dgn Ayah tiriku yg amat kukagumi.
Ketika aku pulang dari main ketempat salah seorang temanku menjelang sore hari, beliau sudah menungguku di teras rumah dan terlihat kegembiraannya yg terbias di matanya ketika menyambut kepulanganku.
“Pulangnya kok malam, Non?” tanya ayah dgn senyum khasnya.
Aku menjawab dgn santai, “Tadi jalan-jalan dgn teman Yah.
“Senyumnya mendadak agak hilang ketika kuceritakan aku berjalan-jalan dgn teman-teman cowok kampusku. Aku tertawa dalam hati melihat sikap ayah tiriku yg terlihat sedikit menyimpan rasa cemburu. Saat-saat sepeti ini memang sudah aku tunggu-tunggu dan ku manfaatkan semanfaat mungkin untuk mencapai hasratku yg sudah menggebu-gebu, Sehabis mandi seperti biasanya aku tetap hanya menggunakan handuk melalui ayah menuju ke arah kamarku dan akupun berlaku sedikit centil seakan memancing dan memberi isyarat pada ayah.

“Nia, apakah cowok yg menemani kamu adalah pacar kamu?”, selidik ayah tiriku.
“Sebentar ayah, Nia mau berpakaian dulu, dan nanti akan Nia ceritakan seluruhnya ke Ayah”, jawabku sambil tetap menuju ke arah kamarku, sepintas kulihat ayahku seperti berdiri dari sofa tempat duduknya. Aku menutup sedikit pintu kamar yg sengaja tak ku kunci dan mulai mengeringkan rambutku dgn menggunakan kipas angin yg kunyalakan. Tiba-tiba aku mendengar suara derit pintu kamarku terbuka dan kulihat ayah tiriku berjalan masuk menghampiriku. Karena aku masih terbalut dgn handuk aku cuek saja menerima kehadiran ayah tiriku meskipun sesungguhnya hatiku terasa dag dig dug tak karuan.
“Aduhh.., ayah nih kok penasaran amat sih, dibilang entar juga pasti diceritain”, kataku menggoda sembari tetap mengeringkan rambutku yg masih agak basah dan sengaja handuk yg menutupi sedikit ku angkat hingga terlihat mulus paha ku.
“Nia, kamu serius yah berpacaran dgn cowo yg tadi itu?”, masih dgn penasaran ayahku terus menanyaiku.
“Hmm…, Kalo ya kenapa…, kalo tidak juga kenapa?” tanyaku memancing perasaan ayah tiriku.
“Kamu bandel yahh…, udah main rahasia-rahasiaan” ucapnya seraya tiba-tiba tangannya menggelitik pinggulku.
Aku tergelitik kegelian sambil meronta-ronta kecil untuk melepaskan dari gelitikan tanggannya. Ayahku tetap menguber-uberku sambil tetap menggelitik seluruh tubuhku, sampai akhirnya kita berdua jatuh ke ranjang dan ayah tetap saja menggelitik seluruh badanku. Sampai akhirnya kita berdua cekakak cekikikan dan akihirnya aku berteriak-teriak kecil minta ampun supaya Ayah menghentikan gelitikannya. Begitu ayah menghentikan gelitikannya tubuhku terasa lemas dan kami berdua ngos-ngosan akibat kehabisan nafas. Ayah tiduran disampingku di atas ranjang sambil tetap memperhatikan wajahku yg masih bersimbah peluh. Aku mencoba menarik napas panjang sambil memejamkan mata untuk menghilangkan rasa lemas yg kurasakan.

Tiba-tiba aku merasakan ciuman lembut menempel di bibirku, namun aku merasakan pagutan ciuman kali ini lebih terasa dan lebih rileks, mungkin karena Ibu tidak ada di rumah. Akupun membiarkan bibirku dilumat dgn lembut, baru kali ini ciumannya membuatku terasa terbang diawang-awang. Tanpa disadari tangan ayah yg tadi mengelus lembut pinggulku…, telah melepas handuk penutup tubuhku. Akupun baru sadar bahwa aku telah tidak berpakaian. Sebelum aku sempat berpikir banyak, ayahku sudah memelukku kembali dgn eratnya seraya mengelus-elus rambutku yg panjang. Terus terang aku sangat terlena dgn sentuhan kasih sayangnya ini.
Ketika ia mengangkat wajahku, aku menundukkan wajahku yg bersemu merah. Aku bisa mendengar suara detak jantung ayah yg berdegup kencang saat matanya menyapu dgn bersih seluruh lekuk-lekuk tubuhku yg sudah tidak terlindung apapun. Ayah mengelus bibirku dan tiba-tiba memagutnya kembali dgn penuh nafsu. Aku hanya bisa pasrah dibawah kenikmatan yg baru kurasakan ini. Bahkan aku mulai berani membalas pagutannya. Ayah kemudian menyeretku kedalam pangkuannya di atas ranjang. Kami terus berciuman, hingga tangannya mulai bergerak mengelus ke daerah-daerah tubuhku yg paling sensitif. Aku menjerit kecil ketika kurasakan tangannya yg nakal menyentuh dan meremas-remas dgn lembut payudaraku. Sambil melumat bibirku, ayahku secara perlahan-perlahan berusaha melepaskan seluruh pakaiannya. Aku menjerit kecil tertahan tatkala penis ayahku keluar dari celana dalamnya dan dalam keadaan sangat panjang dan ‘tegak’, baru kali ini aku menyaksikan secara dekat penis seorang lelaki, bentuknya panjang mengeras dan dibagian ujung kepala penis ayah membesar dan berkilat-kilat bagai jamur. Belum sempat logikaku berjalan,ayah sudah kembali memeluk dan mencumbuku kembali, kini kami sama-sama bergumul dgn panasnya tanpa sehelai benangpun menempel di tubuh kami. Cerita Hot ABG

Mataku terpejam rapat sambil berteriak tertahan saat ayah tiriku mencumbui organ kewanitaanku. Ada rasa nikmat luar biasa yg kurasakan, hingga setiap beberapa saat badanku menggelinjang-gelinjang tak kuasa menahan hentakan-hentakan kenikmatan yg keluar dari seluruh sendi-sendi tubuhku. Sampai akhirnya aku merasakan benda panjang dan hangat menyeruak memasuki vaginaku. Saat itulah aku mempersembahkan diriku, kehormatan, jiwa ragaku kepada ayah tiriku yg sangat ku kagumi. Jujur saat itu aku memang sudah tidak suci lagi pernah sekali melakukan sama pacarku namun untuk yg kali ini lain daripada yg lain ..,,, indah, nikmat, dan sangat luar biasa yg kurasakan. Kami bersetubuh tanpa memperdulikan waktu, terus berpacu dan berpacu melewati klimaks demi klimaks hingga hampir menjelang subuh badan kami sama-sama lemas karena merasakan klimaks yg berkali-kali hingga akhirnya kami rubuh dan tidur berpelukan dalam satu ranjang dgn perasaan puas.
Terus terang pengalaman pertamaku berhubungan seks membawa kesan yg luar biasa dalam hidupku. Aku sama sekali tidak merasakan kesakitan karena ayahku tahu persis bagaimana menjalankan permainan seks kami dgn sebaik mungkin. Malam pertama kami, kami lewatkan dgn mengulang permainan seks hingga tiga kali. Ketika tak berdaya lagi, kami baru berhenti. Tiga hari ditinggal Ibu dan adik-adik membuat aku dan Ayah benar-benar menikmati petualangan asmara.
Selanjutnya kamipun sering melakukan persetubuhan tersebut dgn cara mencuri waktu diwaktu malam secara diam-diam, kebenaran ayah orangnya hobi nonton Telivisi sampai larut malam dan terkadang malah aku yg sering mengajak ayah melakukan persetubuhan itu di luar rumah dgn bertemu di hotel yg tidak jauh dari tempat tinggalku, kami bertemu dgn janjian pada siang hari hingga sore di kamar hotel aku memuaskan napsu birahi ku sepuas-puasnya karena kalo di rumah aku tidak mendapat kepuasan yg klimaxs, terkadang sengaja kami yg mengatur seakan ayah pergi keluar kota untuk beberapa hari dan akupun saat ayah berangkat dari rumah berpamitan sama ibu untuk ketempat temanku beberapa hari dgn berbagai alasan, dan dgn lihai aku menutur pada ibu bahwa kalo ayah ada di rumah aku gak mungkin berani takut ayah marah dan ibukupun mengerti juga mengijinkanku, padahal kami sudah janjian untuk bertemuan dgn ayahtiriku di salah satu hotel kota Bogor untuk selama 1 atau 2 hari untuk memuaskan hasrat birahi kami yg selalu menggebu-gebu, dan saat pulang sengaja aku pulang lebih dahulu dari ayah. Dan hal itu berlanjut dgn indahnya.

Selama hampir dua tahun menjalin asmara diam-diam dgn ayah, Ibu mulai curiga bukan berarti karena aku ada perubahan, aku tergolong cewek yg genius dan provisional, aku diam-diam mengonsumsi pil kb hingga setiap bulan aku tetap kedatangan tamu. Apalagi, Ibu mengetahui kalau sampai berusia 17 tahun aku belum juga mau punya pacar. Padahal aku terhitung cantik dan supel. Apalagi ketika aku sudah menamatkan SMU ku, Ibu mendesakku untuk mulai mencari pasangan hidup.
Ketika diam-diam kudiskusikan hal ini kepada Ayah, dia sangat mendukungku menjalin hubungan dgn pria lain. Soalnya, Ayah mulai mencium tanda-tanda kecurigaan di mata Ibu melihat hubunganku dgn Ayah semakin lengket aja.
Maka ketika Wahyu,kakak kelasku yg paling gencar mendekatiku. Kupikir apa salahnya aku membina hubungan dgnnya. Apalagi wajahnya lumayan ganteng, postur tubuhnya atletis, dan otaknya encer pula. Singkat cerita aku kemudian serius menjalin hubungan dgnnya. Sementara itu, kisah cintaku dgn Ayah terus berlanjut. Kali ini kami lebih banyak melakukan persetubuhan kami di luar rumah. Kadang-kadang kami janji bertemu di hotel A atau B yg letaknya agak jauh dari kota tempat tinggalku. Enam bulan setelah berpacaran dgn Wahyu, keluarganya datang melamarku. Aku menerima lamarannya dgn perasaan biasa-biasa saja. Terus-terang perasaan cintaku telah kupersembahkan seutuhnya kepada ayah tiriku. Aku menikah hanya untuk menutupi perselingkuhanku dengan ayah tiriku.
Untungnya, Wahyu adalah orang yg tidak mempersoalkan keperawananku ketika kami melewatkan malam pertama. Menghadapi permainan seks Wahyu yg tergolong pemula, aku merasa tidak puas. Kadang-kadang aku membayangkan sedang berhubungan badan dgn ayah tiriku yg macho dan berpengalaman. Akhirnya, aku tetap sering menelepon ayah untuk saling bertemu di luar rumah. Usianya yg telah berkepala empat telah mengetahui secara betul segala bentuk permainan seks yg dapat memberikan kepuasan klimaks terhadap gadis-gadis muda seusiaku. Bercinta dgn ayah tiriku, aku mendapatkan klimaks yg berulang-ulang, hal yg tidak dapat kudapatkan apabila aku berhubungan badan dgn suamiku sendiri. Aku tahu perbuatanku adalah keliru. Namun aku tidak dapat menghapus sosok Ayah tiriku dalam kehidupanku. Aku tidak tahu sampai kapan aku bisa menghentikan perselingkuhanku ini yg penting bagiku kami harus selalu rapi mengatur dan merahasiakannya,.. semua bisa diatur asal kita sama sepakat slalu kuingat pesan ayah. Aku hanyalah seorang wanita yg menginginkan adanya figur pria matang disisiku, terimakasih ayah tiriku yg selalu setia memenuhi Hasrat dan kekurangan ku.

DominoQQ

Agen Sakong

Leave a Reply

agen sakong